Mobil bekas taksi sering jadi incaran karena harganya jauh lebih murah dibanding mobil pribadi bekas biasa. Tapi di balik harga miringnya, ada PR besar di sisi kondisi dan perawatan.
Sebelum memutuskan beli, lo wajib tahu kalau mobil eks taksi udah “kerja keras” selama bertahun-tahun, menempuh ratusan ribu kilometer, dan sering dipakai non-stop setiap hari.
Jadi walaupun tampilannya udah dirombak jadi putih bersih dan interiornya kinclong, lo harus lebih jeli. Supaya gak salah langkah, yuk bahas tips membeli mobil bekas taksi lengkap dengan daftar komponen apa saja yang wajib diganti biar mobilnya awet lagi.
1. Ketahui Asal-Usul Mobil Bekas Taksi
Pertama, lo harus tahu dulu asal mobil itu dari perusahaan mana.
Biasanya, mobil eks taksi berasal dari perusahaan besar seperti Blue Bird, Express, atau Gamya. Mobil-mobil mereka dijual setelah usia pakai 5–7 tahun, dan jaraknya bisa mencapai 400.000–700.000 km.
Kelebihannya:
- Perawatan rutin (karena mereka punya bengkel internal).
- Riwayat servis biasanya lengkap.
- Harga jauh lebih murah (selisih bisa 30–50% dari harga pasaran).
Kekurangannya:
- Kilometer tinggi banget.
- Suspensi dan interior sering aus.
- Banyak komponen mesin udah lelah.
Trik Gen Z-style:
Selalu minta bukti dokumen perawatan dari perusahaan taksi dan pastikan nomor rangka & mesin sesuai dengan STNK dan BPKB. Kalau dijual oleh perorangan tanpa surat pelepasan resmi dari perusahaan, mending mundur aja.
2. Periksa Riwayat Penggunaan dan Kilometer Asli
Odometer mobil taksi sering banget direset. Jadi jangan langsung percaya angka yang keliatan kecil.
Cek:
- Riwayat servis terakhir di buku servis.
- Kondisi fisik pedal, stir, dan tuas transmisi — kalau udah aus parah, pasti kilometernya tinggi.
- Gunakan scanner OBD buat lihat data ECU (kadang masih nyimpan data asli kilometer).
Mobil eks taksi biasanya udah menempuh 500.000 km lebih, jadi kalau lo dapet odometer 120 ribuan, itu jelas gak realistis.
3. Cek Mesin dengan Detail
Mesin mobil bekas taksi bisa tetap bagus kalau dirawat rutin, tapi sering juga “lelah” karena pemakaian nonstop.
Perhatikan hal-hal berikut:
- Suara mesin harus halus dan stabil.
- Asap knalpot gak boleh putih atau biru.
- Gak ada oli bocor di sekitar blok mesin.
- Lihat warna oli (jangan hitam pekat).
Kalau tarikan mesin terasa lemah atau kasar, bisa jadi kompresi udah turun dan butuh overhaul ringan.
Saran:
Begitu beli, langsung ganti semua fluida mesin:
- Oli mesin & filter oli.
- Oli transmisi (manual/matik).
- Air radiator (coolant).
- Minyak rem & power steering.
4. Perhatikan Kaki-Kaki dan Suspensi
Mobil taksi udah ribuan kali lewat jalan rusak dan polisi tidur, jadi bagian kaki-kakinya hampir pasti aus.
Cek komponen berikut:
- Bushing arm: biasanya udah getas, bikin mobil bunyi “klotok-klotok.”
- Shockbreaker: udah lemah, bikin mobil goyang.
- Ball joint dan tie rod: kalau aus, setir bisa gak stabil.
- Per daun (buat MPV taksi): udah kendur, bikin mobil miring.
Wajib diganti setelah beli:
- Shockbreaker depan & belakang.
- Bushing arm.
- Karet support shock.
Biayanya gak terlalu mahal, tapi efeknya besar banget buat kenyamanan dan keselamatan.
5. Lihat Kondisi Transmisi
Mobil taksi modern banyak yang udah matic, dan ini bagian paling krusial.
Tanda transmisi sehat:
- Gigi pindah halus tanpa hentakan.
- Gak ada bunyi “ngelitik” saat pindah gigi.
- Oli transmisi warnanya merah muda bening.
Kalau terasa nyentak, slip, atau olinya cokelat dan bau gosong, siap-siap biaya perbaikan besar.
Untuk transmisi manual, pastikan kopling masih enak dan gak selip waktu digas di tanjakan.
6. Periksa Sistem Pendingin (Radiator & Kipas)
Mobil taksi sering overheat karena dipakai berjam-jam setiap hari. Pastikan:
- Air radiator bening dan gak ada kerak.
- Tutup radiator masih rapat.
- Kipas radiator nyala otomatis saat mesin panas.
Begitu beli, langsung ganti coolant baru dan flush radiator.
Jangan lupa cek selang radiator — kalau udah keras atau retak, wajib ganti juga.
7. Cek Sasis dan Tulang Rangka
Beberapa mobil taksi pernah nabrak atau diservis besar.
Cek bagian bawah mobil:
- Apakah ada bekas las atau cat ulang di rangka?
- Apakah kolong rata dan gak miring?
- Apakah spakbor atau dudukan suspensi masih simetris?
Kalau rangka pernah dilas, itu tanda mobil pernah tabrakan besar. Hindari, karena sasis udah gak sekuat aslinya.
8. Cek Sistem Kelistrikan dan Lampu
Karena mobil bekas taksi sering diubah dari versi armada ke versi pribadi, kelistrikan biasanya udah dimodifikasi.
Cek:
- Lampu utama dan sein nyala semua.
- Wiper, klakson, AC, dan power window berfungsi.
- Lihat kabel di bawah dashboard — kalau acak-acakan atau banyak sambungan, hati-hati.
Biasanya eks taksi pernah pasang argo, GPS, dan radio yang udah dicabut lagi, dan itu sering ninggalin bekas potongan kabel.
Saran: bawa ke bengkel kelistrikan buat “rapiin jalur kabel” sekalian ganti sekring baru.
9. Cek Interior dan Jok
Interior mobil taksi dulunya fungsional, bukan buat gaya. Jadi jangan kaget kalau:
- Jok udah sobek atau keras.
- Dashboard kusam.
- Karpet dasar bau lembap.
- Door trim udah aus.
Tapi tenang, semua bisa diperbaiki.
Yang sebaiknya diganti atau diperbarui:
- Sarung jok baru.
- Karpeting full set.
- Lapisan plafon.
- Peredam kabin (biar lebih senyap).
Setelah itu, interior bisa keliatan fresh banget dan gak kalah dari mobil pribadi.
10. Cek Bodi dan Cat
Bodi eks taksi biasanya dicat ulang jadi putih, silver, atau warna umum lain biar gak keliatan bekas armada.
Perhatikan:
- Apakah catnya rata?
- Ada gelombang di pintu atau kap mesin?
- Ada tanda emblem bekas logo taksi di pintu atau atap?
Kalau cat belang atau banyak dempul, kemungkinan mobil pernah direpaint asal-asalan.
Lo bisa repaint full (sekitar 5–7 jutaan) buat hasil maksimal dan tahan lama.
11. Cek Ban dan Velg
Ban eks taksi udah menempuh ratusan ribu kilometer, jadi hampir pasti tipis.
Cek juga velg — kadang bengkok atau retak karena sering kena lubang jalan.
Saran:
- Ganti 4 ban sekaligus dengan merek menengah (biar seimbang).
- Lakukan spooring & balancing biar mobil gak oleng.
12. Cek Sistem Rem dan Suspensi Belakang
Rem mobil taksi sering dipakai terus, jadi kampas dan piringannya udah tipis.
Yang wajib dicek/diganti:
- Kampas rem depan & belakang.
- Minyak rem.
- Selang rem (kalau udah keras).
- Peredam belakang (kalau suspensi keras banget).
Mobil eks taksi biasanya keras banget di bagian belakang karena dulu sering angkut penumpang + bagasi berat.
13. Cek Pajak dan Dokumen
Mobil bekas taksi sering dijual atas nama perusahaan, bukan pribadi.
Pastikan:
- Sudah ada surat pelepasan resmi dari perusahaan taksi.
- Nama di BPKB & STNK sama dengan surat pelepasan.
- Pajak masih aktif atau kalau mati, gak lebih dari 2 tahun.
Kalau pajak mati lama, biaya perpanjangnya bisa mahal banget karena harus cek fisik ulang.
14. Perhatikan Sistem AC
Penumpang taksi sering nyalain AC non-stop, jadi kompresornya bisa udah lemah.
Cek:
- AC masih dingin gak?
- Ada bunyi kasar dari kompresor?
- Apakah blower keluar angin lemah?
Kalau udah gak dingin, ganti freon dan servis AC total. Biasanya sekitar 600 ribu – 1 jutaan, tergantung kerusakan.
15. Langsung Servis Besar Setelah Beli
Begitu mobil eks taksi resmi lo beli, langsung servis besar total di bengkel kepercayaan.
Servis ini meliputi:
- Ganti semua oli (mesin, transmisi, gardan, power steering).
- Ganti filter (oli, udara, bensin, kabin).
- Tune-up mesin.
- Flush radiator.
- Ganti busi & kabel busi.
- Kalibrasi sistem injeksi.
Setelah servis besar, mobil akan terasa jauh lebih ringan, halus, dan siap dipakai harian tanpa drama.
16. Kesimpulan: Mobil Bekas Taksi Bisa Worth It Kalau Dirawat dengan Benar
Mobil eks taksi bukan pilihan buruk — asal lo tahu apa yang harus dicek dan diganti.
Harga murahnya memang menggoda, tapi lo wajib siapkan dana tambahan buat servis dan peremajaan komponen.
Checklist cepat buat pembeli mobil bekas taksi:
✅ Cek dokumen dan surat pelepasan resmi.
✅ Periksa mesin dan transmisi.
✅ Ganti semua oli & filter.
✅ Ganti suspensi dan ban.
✅ Servis AC & kaki-kaki.
✅ Repaint bodi jika perlu.
Setelah semua diganti dan diservis, mobil eks taksi bisa jadi unit harian yang bandel, irit, dan awet — dengan biaya jauh lebih hemat dibanding beli mobil bekas biasa.
FAQ: Tips Membeli Mobil Bekas Taksi Apa Saja yang Harus Diganti
1. Apakah mobil bekas taksi aman dibeli?
Aman asal punya surat pelepasan resmi dari perusahaan dan kondisinya dicek menyeluruh.
2. Apa mobil bekas taksi selalu rusak?
Enggak. Banyak yang masih bagus karena servis rutin di bengkel internal, tapi tetap butuh peremajaan komponen.
3. Berapa biaya servis awal setelah beli mobil taksi?
Kisaran Rp5–10 juta tergantung kondisi dan apa saja yang perlu diganti.
4. Apa transmisi mobil bekas taksi sering bermasalah?
Iya, terutama yang matik. Selalu cek oli transmisi dan pastikan perpindahan gigi halus.
5. Apakah harus ganti cat mobil bekas taksi?
Sebaiknya iya, biar tampilannya fresh dan nutup bekas logo taksi lama.
6. Mobil bekas taksi cocok buat siapa?
Cocok buat lo yang butuh mobil harian tangguh dan irit, asal siap repot sedikit di awal buat peremajaan.